Cite This        Tampung        Export Record
Judul Berhentilah menangis, Dik! / Hello English ; ilustrator, JJ Wind (Jajang Windaya) ; penerjemah, Ula Wilda Nin Naila.
Pengarang English, Hello (Pengarang)
EDISI Cetakan Pertama, 2024
Penerbitan Jakarta : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
Deskripsi Fisik vi, 26 halaman :Ilustrasi, Berwarna ;21 x 29 cm
Konten teks dan gambar
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-623-307-282-3
Subjek Cerita Anak Indonesia Terjemahan Literasi Bahan Bacaan
Abstrak Cerita ini mengisahkan tentang Bayu yang berusaha menenangkan adiknya, Candra, yang terus-menerus menangis. Meski Candra sudah diberi makan oleh Ibu, ditimang-timang, bahkan diajak bermain dengan berbagai mainan jenaka oleh Bayu, ia tetap saja tidak berhenti menangis. Bayu pun terus berusaha mencari tahu alasan di balik tangisan adiknya tersebut dalam situasi yang penuh kehangatan keluarga.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Fiksi (tidak dijelaskan secara khusus)
Target Pembaca Anak sekolah dasar

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000000103 398.209.598 ENG b Dapat dipinjam Perpustakaan Desa Sungai Rukam I - Ruang Baca Umum Tersedia
pesan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000000073
005 20260509100344
007 ta
008 260509################b##########1#ind##
020 # # $a 978-623-307-282-3
035 # # $a 0010-0526000073
082 # # $a 398.209.598
084 # # $a 398.209.598 ENG b
100 0 # $a English, Hello$e Pengarang
245 1 # $a Berhentilah menangis, Dik! /$c Hello English ; ilustrator, JJ Wind (Jajang Windaya) ; penerjemah, Ula Wilda Nin Naila.
250 # # $a Cetakan Pertama, 2024
264 # # $a Jakarta :$b Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,$c 2021
300 # # $a vi, 26 halaman : $b Ilustrasi, Berwarna ; $c 21 x 29 cm
336 # # $a teks dan gambar$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a Cerita ini mengisahkan tentang Bayu yang berusaha menenangkan adiknya, Candra, yang terus-menerus menangis. Meski Candra sudah diberi makan oleh Ibu, ditimang-timang, bahkan diajak bermain dengan berbagai mainan jenaka oleh Bayu, ia tetap saja tidak berhenti menangis. Bayu pun terus berusaha mencari tahu alasan di balik tangisan adiknya tersebut dalam situasi yang penuh kehangatan keluarga.
650 # 4 $a $a Cerita Anak Indonesia $v Terjemahan $x Literasi Bahan Bacaan
Content Unduh katalog