Cite This        Tampung        Export Record
Judul Khitanan Galih dan Bagja / Dewi Cholidatul ; ilustrator, Felishia ; penyunting, Setyo Untoro
Pengarang Cholidatul, Dewi (Pengarang)
EDISI Cetakan Pertama, 2024
Penerbitan Bogor : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
Deskripsi Fisik iv, 28 halaman : 29,7 cm :Ilustrasi, Berwarna ;21 x 29,7 cm
Konten teks dan gambar
Media tanpa perantara
Penyimpan Media volume
ISBN 978-623-307-143-7
Subjek Cerita Anak - Indonesia
Literasi - Bahan Bacaan
Abstrak Ada kuda renggong, kesenian tradisional khas Sumedang. Ternyata Nanang sudah dikhitan. Pantas saja dia boleh naik kuda renggong dan diarak keliling kampung. Dia juga dapat banyak kado. Bagja ingin dikhitan seperti Nanang. Tetapi, Bang Galih bilang dikhitan itu sakit. Seperti apa ya rasanya? Apakah Bagja berani dikhitan? Lalu, apakah Bang Galih berani dikhitan? Apakah mereka berdua jadi naik kuda renggong?
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Fiksi (tidak dijelaskan secara khusus)
Target Pembaca Anak sekolah dasar

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000000086 398.209.598 CHO k Dapat dipinjam Perpustakaan Desa Sungai Rukam I - Ruang Baca Umum Tersedia
pesan
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000000056
005 20260506072022
007 ta
008 260506################b##########1#ind##
020 # # $a 978-623-307-143-7
035 # # $a 0010-0526000056
082 # # $a 398.209.598
084 # # $a 398.209.598 CHO k
100 0 # $a Cholidatul, Dewi$e Pengarang
245 1 # $a Khitanan Galih dan Bagja /$c Dewi Cholidatul ; ilustrator, Felishia ; penyunting, Setyo Untoro
250 # # $a Cetakan Pertama, 2024
264 # # $a Bogor :$b Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,$c 2021
300 # # $a iv, 28 halaman : 29,7 cm : $b Ilustrasi, Berwarna ; $c 21 x 29,7 cm
336 # # $a teks dan gambar$2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara$2 rdamedia
338 # # $a volume$2 rdacarrier
520 # # $a Ada kuda renggong, kesenian tradisional khas Sumedang. Ternyata Nanang sudah dikhitan. Pantas saja dia boleh naik kuda renggong dan diarak keliling kampung. Dia juga dapat banyak kado. Bagja ingin dikhitan seperti Nanang. Tetapi, Bang Galih bilang dikhitan itu sakit. Seperti apa ya rasanya? Apakah Bagja berani dikhitan? Lalu, apakah Bang Galih berani dikhitan? Apakah mereka berdua jadi naik kuda renggong?
650 # 4 $a Cerita Anak - Indonesia
650 4 $a Literasi - Bahan Bacaan
Content Unduh katalog