01788 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001500122084002100137100002200158245008700180250002600267300005800293650002200351650002600373520093000399264012001329336003201449337003001481338002301511INLIS00000000000005920260506073908 a0010-0526000059ta260506 b 1 ind  a978-623-307-849-8 a741.595 98 a741.595 98 SUT a0 aSutejoePengarang1 aAdipati Blambangan /cSutejo ; ilustrator, Alfi Zackly ; penyunting, Wenny Oktavia aCetakan Pertama, 2025 aiv, 24 Halaman :bIlustrasi, Berwarna ;c21 x 29,7 cm 4aKomik - Indonesia 4aCerita Rakyat - Jawa aKetika mendengar Adipati Blambangan, Menak Jingga, memberontakdan menagih janji, Ratu Ayu Kencana Wungu, Raja Majapahit,gelisah dan bingung. Apalagi dia mendengar bahwa pemberontakanitu sudah sampai di Prabalingga. Ratu Ayu gelisah karena merasabahwa hadiah yang seharusnya diterima oleh Menak Jingga sebagaiRaja Majapahit sekaligus menjadi suaminya telah diingkarinya. UntukItu, Ratu Ayu Kencana Wungu memerintahkan Patih Logender untukmemanggil Damarwulan secepat mungkin. Ratu Ayu meminta bantuanDamarwulan untuk menumpas pemberontakan itu.Pertempuran antara pasukan Blambangan dan Majapahit tidak bisadihindarkan. Pertempuran itu tidak hanya disebabkan oleh rasasakit hati Adipati Blambangan karena janjinya tidak ditepati tetapijuga keinginan Ratu Ayu Kencana Wungu untuk mempertahankankekuasaan. Di samping itu, ada rasa iri adik ipar Damarwulan, LayangSeta dan Layang Kumitir yang ingin menjadi raja di Majapahit.  aJakarta :bBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,c2021 2rdacontentateks dan gambar 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume