01310 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001600122084002200138100003200160245009800192250002600290300006800316650002800384650002800412520041300440264011800853336003200971337003001003338002301033INLIS00000000000005620260506072022 a0010-0526000056ta260506 b 1 ind  a978-623-307-143-7 a398.209.598 a398.209.598 CHO k0 aCholidatul, DewiePengarang1 aKhitanan Galih dan Bagja /cDewi Cholidatul ; ilustrator, Felishia ; penyunting, Setyo Untoro aCetakan Pertama, 2024 aiv, 28 halaman : 29,7 cm :bIlustrasi, Berwarna ;c21 x 29,7 cm 4aCerita Anak - Indonesia 4aLiterasi - Bahan Bacaan aAda kuda renggong, kesenian tradisional khas Sumedang. Ternyata Nanang sudah dikhitan. Pantas saja dia boleh naik kuda renggong dan diarak keliling kampung. Dia juga dapat banyak kado. Bagja ingin dikhitan seperti Nanang. Tetapi, Bang Galih bilang dikhitan itu sakit. Seperti apa ya rasanya? Apakah Bagja berani dikhitan? Lalu, apakah Bang Galih berani dikhitan? Apakah mereka berdua jadi naik kuda renggong? aBogor :bBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,c2021 2rdacontentateks dan gambar 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume