Puk Puk Si Kapuk /
Restiana, Fitri
Pengarang
text
ind
Banyak kapuk beterbangan di halaman rumah Datuk. Alula awalnya merasa kesal karena kapuk-kapuk itu menempel di rambut dan mengenai wajahnya, bahkan ia ingin pohon kapuk itu ditebang saja. Namun, setelah melihat manfaat pohon kapuk melalui penjelasan Kai, Alula berubah pikiran dan malah berdoa agar pohon tersebut berumur panjang.
Cerita Anak Indonesia
Kesusastraan Anak
URN:ISBN:978-623-118-783-3