01264 2200277 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001300122084001900135100003500154245006700189250002600256300003000282500047500312650002000787650002100807650001900828700003100847264003400878336002100912337003000933338002300963INLIS00000000000002320260502052934 a0010-0526000023ta260502 d p ind  a978-602-6380-83-8 a899.2211 a899.2211 YAS b0 aYasin, Wanda AzizahePengarang1 aBelenggu kata /cWanda Azizah Yasin; penyunting, Nurti Lestari aCetakan Pertama, 2017 a148 Halaman ;c14 x 20 cm aTerbelenggu dalam kegelapan dan terusik kebisingan tanpa henti, ia menggapai-gapai. Berbagai upaya dicoba-coba, ditangkup rasa yang menjelma dalam gelombang bunyi dan cahaya. Membisu; ia merintih ditampar bising. Menatap; ia mengharap pandang untuk mencari penerangan. Setelah merangkak begitu lama, dikontrol tangis yang teredam jerit amarah, ia menemukan cahaya. Kunang-kunang memberikannya harapan, namun semesta mempertemukannya kembali dengan gelapnya gulita. 4aPuisi Indonesia 4aSastra Indonesia 4aKumpulan Puisi0 aLestari, NurtiePenyunting aYogyakarta :bHisteria,c2017 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume